|
SEAMOLEC dan Kemendiknas Kirim Mahasiswa ke Wilayah Perbatasan |
|
|
|
|
Written by Best Regard
|
|
Tuesday, 20 July 2010 17:32 |
|
JAKARTA--MI: Untuk mempercepat pembangunan pendidikan di Indonesia Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Organisasi Menteri Menteri Pendidikan Asia Tenggara atau Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) mengirim 20 mahasiswa ke wilayah perbatasan RI.
Gatot Hari Priowirjanto, Direktur SEAMOLEC di kantor Kemendiknas, Kamis (8/7) mengungkapkan 20 mahasiswa tersebut dikirim ke Kabupaten Sangihe Talaud, Sulawesi Utara, Kabupaten Atambua, Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Merauke,Papua, Kabupaten Entikong,Kalimantan Barat,dan Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
20 mahasiswa tersebut dari ITB merupakan penerima beasiswa SEAMOLEC dengan penugasan selama enam bulan. Menurut Gatot, program ini sebagai upaya percepatan pendidikan di daerah terluar atau perbatasan bertujuan untuk mempercepat informasi pendidikan, pemerataan pendidikan, meningkatkan kualitas pendidikan, Tidak kalah penting untuk meningkatkan rasa nasionalisme kita sebagai bangsa, kata Gatot.
Staf SEAMOLEC, Khalid Mustafa menambahkan selama bertugas mahasiswa tersebut akan memasang ,memelihara dan mengujicoba perangkat Southeast Asian Education Network (Sea Edunet), Sea Edunet adalah sistem pengiriman data dengan teknologi multicast, dengan pengiriman data dilakukan secara bersamaan ke banyak titik, kata Khalid.
Melalui Sea Edunet ini,kata dia, masyarakat di daerah terluar atau perbatasan mendapatkan manfaat untuk mengakses informasi dengan lebih cepat, sebagai sarana pendidikan jarak jauh serta dapat memperoleh siaran televisi nasional yang terintegrasi dengan siaran pendidikan.
Kami berharap dengan Sea Edunet dapat meningkatkan kualitas guru di daerah perbatasan sehingga sejajar dengan guru daerah lain yang sudah maju, tambah Gatot.
Sejumlah sekolah daerah perbatasan yang telah terpasang dengan jaringan Sea |
|
Last Updated on Tuesday, 27 July 2010 12:32 |