|
PPDB Online Kacau, Dinas Pendidikan Ngaku Salah Pakai Server |
|
|
|
|
Written by Best Regard
|
|
Tuesday, 20 July 2010 17:20 |
|
JAKARTA--MI: Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengakui salah menggunakan server untuk memfasilitasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online.
Disdik menggunakan server milik sendiri dan akhirnya terjadi overload data yang mengakibatkan trouble.
Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Kepala Disdik, Ratiyono ketika ditemui Indonesia Corruption Watch (ICW) dan beberapa orang tua siswa.
Kita terlalu percaya diri dengan server yang kita miliki secara mandiri tapi nyatanya trouble sebenarnya sudah pernah dites waktu SD dan SMP, malah jumlahnya lebih sedikit saat SMA, kata Ratiyono di Kantor Dinas Pendidikan di Gatot Subroto, Jumat (16/7).
Trouble yang dimaksud Ratiyono dikarenakan overload data atau data yang menumpuk untuk masuk sehingga ketika diolah menjadi error dan output-nya menjadi tidak baik. Server yang dimiliki Disdik ada enam unit, server tersebut sudah lama digunakan oleh Disdik. Meski begitu, sebelumnya pernah menggunakan server dari Telkom namun terputus karena Disdik ingin mandiri dengan menggunakan server milik sendiri. Ternyata kita mandiri tidak bisa, padahal server itu sudah lama kita miliki, lanjut lelaki berkacamata ini. Ratiyono menilai kerugian akibat salah menggunakan server yang mengakibatkan overload itu adalah waktu yang membuatnya menjadi molor, selain itu Disdik juga tidak memiliki backup atau cadangan datanya karena sudah terlalu percaya diri dengan server sendiri. Diuraikan Ratiyono, kerjasama server awalnya di tahun 2004 yakni menggunakan PSP online tahun 2004 sampai tahun 2006 kemudian menjadi besar aksesnya, sehingga kerjasama dengan Telkom yang kemudian digunakan pada tahun 2009, untuk PPDB kemarin Disdik menggunakan SIAP online. Kemudian kita cari solusi dari kesalahan tersebut, lalu kita gunakan Telkom dan masalah tersebut terselesaikan, katanya. (*/OL-9) |